Istilah-istilah dalam biologi

A-1

Abiotik : Benda mati.
Abisal : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah lebih dari 2000 meter.
Adaptasi : Penyesuaian diri suatu organisme terhadap lingkungan tempat hidupnya.
Aerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan dengan menggunakan oksigen bebas.
Agen : Bibit penyakit.
Akinet : Sel yang mengalami penebalan dinding, ukurannya membesar dan didalamnya terdapat spora (endospora).
Alogami : Penyerbukan yang terjadi jika serbuk sari berasal dari bunga pohon lain yang sejenis.
Altituda : Letak suatu daerah bardasarkan tingginya dari permukaan air laut.
Amitosis : Proses pembelahan sel secara langsung tanpa melalui fase pembelahan sel tertentu.
Anaerobik : Bakteri (dan sel lain) yang melakukan pernafasan tanpa memerlukan oksigen bebas.
Anemogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh angin.
Angiospermae : Tumbuhan biji terbuka.
Anteridiofor : Tangkai anteridium.
Anteridium : Organ pembentuk sel kelamin jantan (spermatozoid) pada tumbuhan paku atau lumut.
Antibodi : Zat yang dibentuk dalam darah untuk memusnahkan bakteri/kuman.
Antigen : Zat yang dapat merangsang pembentukan antibodi jika diinjeksikan ke dalam tubuh.
Antitoksin : Zat pelawan antigen (benda asing yang masuk tubuh).
Antropogami : Penyerbukan yang dibantu oleh manusia; disebut juga penyerbukan sengaja atau buatan.
Aplanospora : Spora yang tidak memiliki flagela.
Arkegonium : Bagian tubuh tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi; menghasilkan sel gamet betina (Ovum).
Autogami : Penyerbukan sendiri.
Autotrof : Organisme berklorofil yang mampu mengubah zat anorganik menjadi zat organik.
Avitaminosis : Penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin.

A-2

Abdomen. Bagian tubuh di bawah dada yang mengandung intestin dan organ-organ dalam
Adrenal cortex. Bagian luar dari kelenjar adrenal yang mensekresikan hormone kortison
Adrenal gland. Kelenjar yang berbatasan dengan ginjal terdir atas adrenal korteks
di bagian luar dan adrenal medulla di bagian dalam
Adrenal medulla. Bagian dalam dari kelenjar adrenal yang mensekresikan efinefrin atau
adrenalin
Adventitious root. Akar yang dibentuk dari bagian tumbuhan di luar sistem akar yang
reguler.
Animal pole. Ujung telur yang paling dekat ke inti dan mengandung sedikit yolk.
Annulus. Bagian dari sel yang berdinding tebal dan berfungsi untuk membukanya
sporangium untuk menyebarkan spora.
Antena. Sepasang embelan pada kepala arthropoda yang umumnya berfungsi sebagai
alat sensoris.
Anterior. Arah ke depan
Anthera. Bagian sari benang sari yang berisi kantung sari.
Antheridial receptacle. Bagian thalus yang mengandung atheridium.
Anteridiophore. Pembawa antheridium.
Antheridium. Struktur yang menghasilkan sperma pada tumbuhan rendah.
Antibiotic. Suatu zat yang dihasilkan oleh organisme dan merupakan racun bagi
organisme lain yang ada di dekatnya.
Antibody. Suatu zat pelindung yang dihasilkan oleh jaringan sebagai pertahanan
terhadap zat asing yang masuk ke dalam tubuh.
Antigen. Zat atau protein asing yang masuk ke dalam tubuh yang menyebabkan
jaringan tubuh membentuk zat pelindung.
Antipodal nucleus. Satu dari tiga jenis inti dalam kantung embrio di bagian ujung yang
berlawanan dengan mikropil.
Antitoxin. Antibody yang menetralisir racun (toksin).
Anus. Lubang terakhir dari saluran pencernaan.
Aorta. Arteri utama dari dari bilik kiri yang mensuplai seluruh cabang pembuluh darah
ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru.
Appendage. Suatu struktur berupa embelan/tonjolan tubuh yang dapat digerakan secara
aktif.
Archegonial receptacle. Bagian thalus yang mengandung arkegonia.
Archegoniophore. Pembawa arkegonia
Archegonium. Organ pembentuk telur pada tumbuhan
Archenteron. Saluran pencernaan embrionik pada tingkat perkembangan gastrula
Ascus. Struktur pembentuk spora pada jamur yang berbentuk kantung spora.
Atrium. Serambi jantung atau rongga yang mengeliling celah insang pada Amphioxus
Auricle, 1) Rongga jantung yang menerima darah dari vena.
2) Daun telinga
Autosome. Kromosom selain kromosom kelamin. Axial skeleton. Bagian rangka tubuh vertebrata yang terdiri atas tengkorak dan tulang
belakang dengan tulang rusuk dan tulang dada yang menempel pada tulang belakang.
Axon. Tonjolan neuron yang membawa impul menjauhi badan sel saraf.

B-1

Badan kutub (polar body) : Produk meiosis seluler haploid yang tidak fungsional, selain oosit.
Bakteri (bacterium) : Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak memiliki inti sel sejati.
Basidiokarp : Tubuh buah yang merupakan tempat tumbuhnya basidium dalam Basidiomycota.
Basidiomycota : Jamur makroskopik.
Basil (bacillus) : Bakteri berbentuk batang.
Batial : Pembagian bioma air laut dengan kedalaman daerah 200 – 2000 meter.
Beri – beri : penyakit yang disebabkan kekurangan vitamin B.
Bibit Unggul : Bibit hasil seleksi secara buatan yang mempunyai sifat – sifat sesuai dengan keinginan kita.
binomial nomenklatur : Penamaan jenis (spesies) dengan menggunakan dua nama.
Biodiversitas : Keanekaragaman hayati.
Biogenesis : Teori yang menyatakan bahwa makhluk hidup berasal dari makhluk hidup.
Bioma : Sekelompok makhluk hidup yang menempati daerah luas di permukaan bumi.
Biosfer : Lapisan bumi yang dihuni oleh makhluk hidup.
Bioteknologi : teknologi yang menggunakan makhluk hidup untuk menghasilkan produk yang berharga bagi manusia.
Biotik : Makhluk hidup, benda hidup.
Blastokist (blastocyst) : Embrio mamalia saat memasuki dinding uterus.
Blastomer (blastomere) : Salah satu sel hasil pembuahan sel telur di tahap awal.
Blastula : Bola sel berongga yang dihasilkan dari pembelahan sel tahap awal pada perkembangan embrio.
BOD (Biological Oxygen Demand) : Kebutuhan oksigen secara biologis.
Brakte (bractea) : Salah satu bagian bunga, yaitu daun pelindung yang berfungsisebagai penarik perhatian serangga penyerbuk.
Bryophyta : Divisi lumut daun.

B-2

Basidium. Struktur berbentuk tongkat berfungsi sebagai penghasil spora pada jamur
Bilateral symmetry. Bentuk tubuh yang hanya memiliki satu daerah pemotongan
melalui sumbu longitudinal membagi tubuh tersebut menjadi bagian kiri dan
kanan seperti bayangan cermin antara satu dengan yang lainnya.
Bile. Sekresi hati melalui saluran empedu ke dalam duodenum.
Blade. Bagian dari daun yang melebar dan umumnya pipih.
Blastocoel. Rongga pada gastrula.
Blastopore. Lubang paling luar dari arkenteron dan pada beberapa kasus
biasanya menjadi anus.
Blastomere. Salah satu jenis sel yang dibentuk melalui pembelahan berulang-ulang
dari zigot.
Bronchiole. Saluran udara paling kecil/halus di dalam paru-paru yang menuju
ke kantung udara (alveolus).
Bronchus. Saluran udara utama dalam paru-paru yang berhubungan langsung
dengan trakea sering juga disebut sebagai cabang trakea.
Bud. Ujung batang yang meristematikditutupi oleh jaringan embrionik daun.
Bundle sheath. Lapisan luar dari ikatan pembuluh.

C-1

Cagar alam : Upaya pelestarian semua sumber daya alam yang ada untuk tidak dimanfaatkan agar terjaga kelestariannya.
Carolus Linnaeus : Tokoh yang mencetuskan system penamaan spesies dan penamaan berbagai macam tumbuhan.
Charles Darwin : Pelopor sistem klasifikasi berdasarkan filogeni.
Chlamydomonas : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal yang dapat bergerak.
Chlorella : Contoh dari chlorophyta bersel tunggal tidak dapat bergerak.
Chlorophyta : Alga Hijau.
Chrysophyceae : Alga Cokelat-Keemasan.
Chrysophyta : Alga Keemasan.
Ciliata : Protista bersel satu yang permukaan tubuhnya memiliki banyak rambut getar (silia).
Ciri poligenik (polygenic trait) : Ciri fenotipe yang dipengaruhi beberapa gen.
Coniferophyta : Tumbuhan pembawa kerucut, karena alat reproduksinya berbentuk kerucut (strobilus).
Culex : Sejenis nyamuk rumah yang menyebarkan larva cacing Filaria penyebab penyakit kaki gajah.
Cyanobacteria : Alga Hijau-Biru.
Cyanophyta : Alga Biru.
Cycas rumphii : Pakis haji.

C-2

Caecum. Kantung yang merupakan perluasan dari saluran pencernaan.
Calyptra. Sisa dinding arkegonium yang menutupi kapsul pada lumut.
Calyx. Kumpulan sepal, lingkaran paling luar dari bagian bunga.
Cambium. Meristem sekunder untuk pertumbuhan diameter tumbuhan dikotil.
Capillary. Pembuluh halus berdinding tipis dengan satu lapisan sel-sel endothelial yang
membawa darah dari arteri ke vena melalui difusi dimana pertukaran zat pada cairan
jaringan terjadi.
Capsule. 1) Pembungkus bakteri yang terbuat dari gelatin di sebelah luar dinding sel.
2) Suatu struktur tempat dibentuknya spora pada lumut. 3) Pembungkus buah dehisen
pada buah Angiospermae dengan dua atau lebih karpelum.
Carapace. Penutup bagian atas dari rumah penyu. 2) Rangka luar yang menutupi
cephalothorax pada crustacea.
Cardiac muscle. Jaringan sinsinasi yang dapat berkontraksi secara otomatis serta
memiliki serat lintang pada jantung.
Carotene. Pimen orange pada tumbuhan hijau yang dapat diubah ke menjaadi vitamin A.
Carpel. Megasporofil pada tumbuhan bunga.
Cartilage. 1) Jaringan penunjang terdiri atas sel-sel hidup pada tulang rawan yang
tersebar pada matriks elastik kondrin. 2) Unsur bertulang yang menyusun jaringan
tulang rawan.
Caste. Golongan atau tipe khusus individu pada serangga sosial.
Caudal. Berhubungan dengan ekor.
Cell. Unit protoplasma yang dibatasi oleh membran *****

C-3

Cell body. Bagian berinti pada sel saraf yang memiliki tonjolan-tonjolan protoplasma.
Cell organoid. Struktur dalam sitoplasma yang memiliki fungsi tertentu.
Cell wall. Lapisan penunjang yang tidak hidup, biasanya terbuat dari selulose yang
mengelilingi protoplasma sel tumbuhan
Central body (Centrosome). Struktur dekat inti sel pada hewan atau tumbuhan
tempat keluarnya benang-benang gelendong.
Central Nervous System. Otak dan sumsum tulang belakang pada vertebrata; nerve cord
berganglion pada invertebrata.
Centriol. Butiran kecil yang terletak pada bagian tengan sentrosom
Centrolecithal egg. Telur dengan lapisan sitoplasma yang tipis mengelilingi bagian yolk
yang besar, pada serangga.
Centromer. Bagian kromosom tempat benang-benang gelendong melekat.
Centrosome. Central body
Cephalothorax. Bagian tubuh dimana kepala dan dada bersatu.
Cerebellum. Otak kecil
Cerebrum. Berkaitan dengan otak.
Cerebral cortex. Lapisan luar otak besar yang disusun oleh materi kelabu.
Cerebrospinal fluid. Cairan di dalam rongga otak dan sum-sum tulang belakang dan di
antara arachnoid dengan piameter.
Cerebrum. Otak bagian anterior atau disebut juga otak besar.
Cervical. Berkaitan dengan bagian leher.
Cervical groove. Celah yang merupakan batas antara kepala dan dada pada karapaks
crustacea.
Cheliped. Pasangan kaki depan crustacea yang mengalami modifikasi menjadi besar
berfungsi sebagai alat penjepit atau pertahanan diri.
Chiasma. Daerah tempat bersatunya pasangan kromosom homolog ketika berpasangan
pada pembelahan meiosis pertama.
Chitin. Zat penyokong yang kuat dan resistant, disusun oleh polisakarida yang
disekresikan menjadi penutup/rangka luar golongan serangga atau organisme lainnya.
Chlorophyll. Pigmen hijau pada tumbuhan yang berfungsi untuk melakukan fotosintesis.
Chloroplast. Organel atau plastid berisi klorofil yang berfungsi untuk fotosintesis.
Cholecystokinin. Hormon yng disekresikan oleh usus halus.
Chondriosome. Badan kecil dalam protoplasma yang dapat dilihat melalui pewarnaan
khusus dan fungsinya belum diketahui.
Chorion. Selaput embrionik paling besar yang berkembang dari bagian luar dari lipatan
amnion.
Choroid coat. Lapisan bagian tengah dari mata yang mengandung pigmen dan berisi
pembuluh darah.
Chromatid. Salah satu dari dua benang hasil duplikasi kromosom sebelum melakukan
pembelahan.
Chromatin. Protein inti yang dapat menyerap warna dan akan menebal menjadi
kromosom apabila sel akan membelah.
Chromosome. Badan kromatin yang akan tampak selama mitosis dan berfungsi sebagai
pembawa gene.
Chromosome map. Distribusi linier dari gen pada kromosom berdasarkan frekuensi
pindah silang. Chromoplast. Platid yang mengandung pigmen.
Chyme. Makanan pada lambung yang berbentuk seperti bubur sebagai hasil pencernaan
mekanik dan kimiawi.
Ciliary muscle. Otot yang berfungsi untuk mengurangi ketegangan pada lensa mata serta
menembah kecembungan pada waktu melihat dekat.
Cilium. Satu dari sejumlah tonjolan protoplasma dari sel, menyerupai rambut pendek dan
dapat bergerak seperti cambuk, sering disebut sebagai rambut getar. Pada Protozoa
cilia (jamak dari cilium) berfungsi sebagai alat gerak.
Circumesophageal. Mengelilingi atau sekitar kerongkongan (esophagus).
Clitellum. Bagian yang menebal pada tubuh cacing (Annelida) yang letaknya lebih dekat
ke arah kepala, berfungsi untuk sekresi pembungkus lendir pada waktu reproduksi.
Clitoris. Bagian pada alat reproduksi wanita homolog dengan penis.
Clotting. Pembekuan darah untuk mencegah keluarnya darah dari pembuluh darah yang
mengalami luka.
Cochlea. Organ pendengaran bebertuk spiral yang berisi cairan pada telinga bagian
dalam.
Cocoon. Pelindung atau pembungkus telu pada cacing tanah, tingkat perkembangan, atau
hewan dewasa.
Coeliac artery. Pembuluh darah yang mensuplai lambung, liver, dan kura (spleen) serta
sering bersatu dengan organ reproduksi dan ekskresi.
Coelom. Rongga tubuh yang terbentuk ketika endoderm atau ektoderm membentuk
mesoderm.
Coenosarc. Kumpulan jaringan penunjang pada beberapa koloni polip coelenterata.
Collecting tubule. Saluran kecil yang membawa urine sekunder dari saluran ginjal
melalui medulla ke pelvis pada ginjal.
Colon. Usus besar yang berfungsi untuk menyerap air dari feces.
Commissural fibers. Serabut saraf yang menghubungkan dua buah otak hemispheres.
Common carotid artery. Pembuluh darah yeng mensuplai darah ke bagian kepala.
Common iliac vein. Pembuluh darah pendek yang menghubungkan iliaca internal dan
eksternal dengan vena cava inverior.
Companion cell. Sel kecil memanjang pada pembuluh tapis.
Complemental air. Udara tambahan apabila seseorang menarik napas sedlam-dalamnya.
Compound eye. Mata majemuk pada arthropoda yang merupakan kumpulan dari banyak
omatidium yang berfungsi untuk mendeteksi pergerakan.
Cone. 1) Sel pasda retina yang sensitive terhadap warna dan cahaya terang.
2) Strobilus pada tumbuhan berbiji terbuka.
Conyugation. Proses bercampurnya isogamet, proses perkawinan dua individu yang
belum dapat dibedakan gametnya.
Connective tissue. Sel-sel yang tersebar di dalam matriks disokong oleh materi fibrosa.
Connective neuron. Sel saraf yang berbungsi meneruskan impul dari sel saraf sensoris
ke sel saraf motoris atau sel saraf yang lain.
Cork. Jaringan pelindung kedap air yang disusun oleh suberin di bagian luar batang dan
akar berkayu.
Cork cambium. Meristem sekunder pada bagian kortek yang menghasilkan gabus.
Cornea. Lapisan luar mata yang transparan.
Corolla. Kumpulan petal yang merupakan lingkaran luar bunga dari umumnya memiliki warna yang berfungsi untuk menarik serangga, atau penyusun mahkota
bunga.
Corpus luteum. Kumpulan materi berwarna kuning, berkembang di dalam di dalam
folikel setelah ovulasi dan berfungsi mensekresikan hormon progesterone.
Corpus striatum. Pusat saraf yang terletak di dalam otak hemisphere dekat thalamus.
Cortex. Daerah atau bagian luar/tepi dari suatu organ.
Cortison. Hormon kompleks yang disekresikan oleh adrenal korteks berfungsi untuk
memelihara fungsi keseimbangan internal dan memulihkan gangguan stres.
Costal breathing. Pergerakan udara di dalam paru-paru karena pergerakan tulang rusuk.
Cotyledon. Keping biji embrio yang berfungsi sebagai cadangan dan penyerapan
makanan.
Cowper’s gland. Kelenjar atau struktur yang berfungsi mensekresikan cairan sperma.
Coxa. Ruas pertama kaki serangga yang paling dekat ke bagian tubuh.
Cranial. Berhubungan dengan otak
Cranial nerve. Salah satu jenis saraf tepi yang ke luar dari bagian otak.
Cranium. Tulang tengkorak
Cretinism. Penyakit kekurangan tiroid pada masa anak-anak yang ditandai dengan tubuh
kerdil dan mengalami kemunduran mental.
Crop. Bagian alat pencernaan makanan yang membesar, berfungsi untuk menyimpan
makanan sementara dan sering disebut tembolok.
Crura cerebri. Dua buah tonjolan di bawah otak tengah.
Cuticle. Penutup atau pelindung non-seluler yang disekresikan oleh jaringan epidermis.
Cutin. Zat anti air yang mengandung lilin.
Cyclosis. Pergerakan atau aliran protoplasma di dalam sel.
Cyst. Kapsul atau pelindung yang membungkus organisme kecil selama kondisi
lingkungan tidak menguntungkan.
Cytoplasma. Plasma yang terletak di luar inti sel.
Cytostome. Bagian sel yang terdiri atas sitoplasma dan membran sel di luar inti.

D-1

Degenerasi : Penyusutan (tidak tumbuh sempurna).
Dekomposer : Mikroorganisme yang berperan menguraikan zat – zat sisa organik.
Denitrifikasi : Proses pengubahan amonium menjadi nitrogen bebas di udara oleh bakteri.
Detritivor : Hewan pemakan hancuran/serpihan sisa bahan – bahan organik.
Deuteromycota : Jamur tak tentu.
Dihibrid : Dua sifat berbeda.
Dikotil : Dua kotiledon atau dua daun lembaga/kotil pada biji.
Diploid : Kromosom yang berpasangan.
Dislokator : Sel dinding, yaitu sel yang berasal dari hasil pembelahan sel generatif pada Gymnospermae.
Divisi : Merupakan tingkatan takson yang menghimpun beberapa kelas yang memiliki persamaan ciri – ciri.
DNA (Deoxyribonucleic acid) : Asam nukleat yang digunakan untuk menentukan hubungan kekerabatan makhluk hidup.
Dominan : sifat yang muncul pada suatu organisme.

D-2

Defecation. Pengeluaran sisa pencernaan makanan melalui anus.
Dendrite. Tonjolan protoplasma yang meneruskan impuls ke arah badan sel.
Dimorphic. Individu yang memiliki dua bentuk koloni, misalnya obelia memiliki bentuk
hidranth dan bentuk gonangium.
Diploblastik. Individu yang disusun oleh dua lapisan embrionik yaitu ektodermis dan
endosermis.
Distal convoluted tubule. Saluran ginjal yang berbelit atau bergulung letaknya paling
dekat ke badan ginjal.
Dorsal. Ke arah belakang atau permukaan atas.
Drone. Lebah jantan
Drupe. Buah sederhana yang lapisan perantara dinding ovarium berdaging dan lapisan
paling dalam mengeras.
Durameter. Selaput paling luar yang menutupi sistem saraf pusat (otak san sumsum
tulang belakang).

E-1

Ekosistem : Suatu sistem yang di dalamnya terdapat interaksi antara komponen biotik dan abiotik.
Eksplan : Pertumbuhan tumbuhan di luar tubuh dengan media kultur.
Ekstensifikasi Pertanian : Usaha memperluas lahan pertanian sehingga hasil yang diperoleh makin meningkat.
Embrio : Individu baru hasil pembuahan.
Embriogeni : Penyuburan lingkungan perairan.
Emigran : Orang yang meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Negara lain untuk menetap.
Endemik : Hanya berada di satu kawasan atau daerah.
Endosperma : Cadangan makanan.
Endospora : Spora yang terbentuk dalam sel induk sendiri.
Entomogami : Penyerbukan yang diperantai oleh serangga.
Epididimis : Anak testis.
Epiteka : Tutup sel pada diatom.
Eukariot : Organisme yang bermembran inti.
Eukariotik : Sel organisme yang bahan intinya diselubungi oleh membran inti.
Evolusi : Perubahan struktur alat tubuh organisme yang berlangsung sedikit demi sedikit dalam waktu yang lama.

E-2

Ectoderm. Lapisan embrionik paling luar yang dapat berkembang membentuk
epidermis, sistem saraf, dan jaringan-jaringan sensoris.
Ectoplasma. Bagian sitoplasma yang letaknya sebelah luar endoplasma dan bersifat
transparan. Elater. Filamen penyebar spora pada kapsul lumut hati.
Embrio. Organisme dalam fase perkembangan atau perkembangan lebih lanjut dari zigot
setelah mengalamai pembelahan.
Embryo sac. Gametofit betina pada tumbuhan bunga.
Endocrine gland. Kelenjar yang tidak memiliki saluran berfungsi untuk mensekresikan
hormon langsung ke dalam system peredaran darah.
Endoderm. Lapisan embrionik paling dalam yang dapat berkembang membentuk saluran
pencernaan dan derivat-derivatnya.
Endolymph. Cairan pengisi saluran telinga bagian dalam.
Endoplasma. Sitoplasma yang terletak di sebelah dalam ektoplasma yang strukturnya
memiliki lebih banyak butiran-butiran (granular) dan lebih kental dibandingkan
ektoplasma.
Endopodite. Pasangan embelan (appendage) biramos sebelah dalam pada golongan
udang-udangan.
Endosperm. Jaringan nutritive mengelilingi embrio pada biji berfungsi sebagai cadangan
makanan.
Endothelium. Lapisan tipis dengan bentuk sel yang pipih membatasi pembuluh darah
sebelah dalam.
Epicotyl. Bagian dari biji yang letaknya sebelah atas kotiledon.
Epiglotis. Katup atau tonjolan di atas trakea yang yang akan menutupi glottis apabila
sedang menelan makanan.
Epitheliomuskular. Jenis sel pada Coelenterata yang berfungsi untuk kontraksi dan
pergerakan.
Erythrocyte. Sel darah merah yang mengandung pigmen respirasi hemoglobin.
Esophagus. Kerongkongan yang menghubungkan faring dengan lambung.
Eustachian tube. Saluran udara dari rongga tengah telinga ke saluran pernapasan yang
berfungsi untuk mnyeimbangkan tekanan udara luar dan dalam.
Exopodite. Pasangan appendage biramous sebelah luar pada golongan udang-udangan.
Exoskeleton. Rangka luar penyokong dan pelindung tubuh sebagai hasil sekresi
eksodermis.
External iliac artery. Pembuluh darah yang mensuplai bagian kaki.
External iliac vein. Pembuluh darah yang mengembalikan darah dari bagian kaki
External jugular vein. Pembuluh darah yang mengembalikan darah dari bagian wajah.
Exteroceptor. Reseptor yang menerima stimulus dari lingkungan luar.

F-1

Fasciola : Cacing hati.
Fenotipe : Sifat yang tampak.
Fertil : Subur.
Fertilisasi : Peleburan sel telur dengan spermatozoid (pembuahan).
Fetus : Janin yang sudah memperlihatkan bagian – bagian tubuh dengan jelas atau sempurna.
Fikoeritrin : Pigmen merah laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
Fikosianin : Pigmen biru laut air yang terdapat pada kloropas Rhodophyta.
Filial : Anak keturunan / generasi.
Filogeni : Sejarah evolusi makhluk hidup.
Flagela : Tonjolan berbentuk cambuk pada sutu sel yang berguna untuk alat gerak.
Flagellata : Golongan hewan bersel satu yang bergerak dengan menggunakan bulu cambuk.
Formalin : Bahan pengawet organ tubuh, binatang, atau mayat.
Fosil : Sisa – sisa makhluk hidup yang sudah membatu.
Fotik : Daerah yang dapat ditembus cahaya dalam bioma air.
Fragmentasi : Cara perkembangbiakan suatu organisme dengan jalan memotong tubuh menjadi beberapa bagian dengan setiap potongan tubuhnya dapat tumbuh menjadi individu baru.

F-2

Facet. Permukaan omatidium pada mata serangga.
Facial nerve. Saraf cranial ketujuh dengan serabut sensoris dari lidah dan serabut
motoris yang menginervasi otot untuk ekspresi wajah.
Fallopian tube. Saluran telur pada binatang menyusui (Mammalia).
Fibril. Benang atau serabut khusus di dalam protoplasma sel.
Fibrin. Benang-benang di dalam darah yang berfungsi dalam menutup luka.
Fibrinogen. Benang fibrin yang belum aktif
Filament. Tangkani benang sari.
Flagellum. Tonjolan protoplasma dari sel yang panjang dan bersifat mobil yang
berfungsi atau digunakan untuk pergerakan.
Flame cell. Alat ekskresi pada cacing pipih dan memiliki cilia yang bergerak seperti
gerakan api serta berhubungan dengan system saluran. Folicle. 1) Kantung dalam ovarium tempat berkembangnya telur. 2) Lubang pada kulit
tempat ke luarnya rambut.
Folicle-stimulating hormon (FSH). Hormon yang disekresikan oleh pituitari bagian
anterior yang merangsang perkembangan ovarium dan testes.
Food vacuole. Rongga di dalam sel Protozoa yang berfungsi untuk mencernakan
makanan.
Fourth ventricle. Rongga di dalam medulla otak.
Fovea. Depresi di dalam retina yang banyak mengandung kerucut untuk penglihatan
yang paling tajam.
Funiculus. Tangkai bakal biji (ovulum) yang menempel pada plasenta.

G-1

Galur murni : Keturunan yang masih memiliki sifat asli.
Gamet : Sel kelamin.
Gametangium : Gonad pada tumbuhan.
Gastrodermis : Lapisan kulit yang berfungsi sebagai usus.
Gastrovaskuler : Usus yang berfungsi sebagai pengedar makanan.
Gen : Faktor pembawa sifat keturunan dari suatu individu.
Generatif : Perkembangbiakan secara kawin.
Genotipe : Sifat yang tidak tampak dari luar.
Gizi : Zat makanan, komponen penyusun bahan makanan yang diperlukan tubuh untuk pertumbuhan dan perkembangan serta manjaga kesehatan tubuh.
Gnetum gnemon : Melinjo.
Gonad : Sel induk pembentuk sel kelamin.
Guano : Pupuk yang berasal dari kotoran burung atau kelelewar yang mengandung fosforus tinggi.
Gymnospermae : Tumbuhan biji terbuka.
Genetika : Cabang biologi yang mempelajari tentang pewarisan sifat.

G-2

Gametocyte. Salah satu fase perkembangan atau tingkatan di dalam penderita penyakit
malaria plasmodium yang siap diisap oleh nyamuk Anopheles betina.
Gametophyte. Tumbuhan penghasil gamet bersifat haploid atau tingkat seksual pada
daur hidup tumbuhan.
Ganglion. Kumpulan badan sel saraf yang terletak di luar system saraf pusat yang
fungsinya sebagai pusat koordinasi.
Gastrodermis. Jaringan yang membatasi rongga pencernaan pada coelenterata.
Gtrovascular cavity. Ronga yang berfungsi untuk pencernaan makanan pada
coelenterata.
Gastrula. Tingkatan embrionik yang terdiri atas dua lapisan sel.
Genitalia. Organ kelamin bagian eksternal.
Germ cell. Sel reproduktif.
Germinal epithelium. Jaringan epithel yang membatasi ovarium dan testis yang
menghasilkan sel-sel kelamin.
Germ layer. Jaringan pertama di dalam embrio yang terdeferensiasi menjadi organ dan
jaringan khusus selama perkembangannya.
Giant chromosome. Kromosom yang ukurannya cukup besar dibandingkan dengan
kromosom-kromosom lainnya yang terdapat pada kelenjar ludah dan organ organ
tertentu serangga yang menunjukan organisasi kromosom pada setiap kromatid
dengan jelas
Gizzard. Lambung atau bagian alat pencernaan berdinding tebal dan berotot, biasanya
dimiliki oleh golongan Annelida yang berfungsi untuk menggiling makanan.
Glomerolus. Jalinan pembuluh kapiler di dalam badan ginjal untuk menyaring darah
sebelum filtratnya masuk ke dalam kapsul Bouwman’s.
Glottis. Pembukaan trakea pada faring.
Glycogen. Polisakarida sebagai cadangan makanan pada hewan yang disimpan pada otot.
Golgi bodies. Struktur atau organel di dalam sel yang dapat diamati melalui pewarnaan
khusus dan berfungsi sebagai alat sekresi.
Gonad. Organ kelamin yang berfungsi menghasilkan sel-sel kelmain atau gamet.
Gonadotrophic hormon. Hormon yang disekresikan oleh pituitary bagian anterior,
berfungsi untuk merangsang pertumbuhan dan aktifitas gonad.
Gonanium. Polip reproduktif pada koloni coelenterata.
Graafian follicle. Rongga dalam ovarium mammalia tempat matangnya sel telur.
Grain. Buah sederhana, kering, dan tidak berdaging dengan penutup biji bersatu dengan
dinding ovarium.
Green gland. Organ ekskresi pada crustacea. Guard cell. Satu dari pasangan sel yang mengatur membuka dan menutupnya mulut
daun.

H-1

Habitat : Tempat hidup suatu organisme mulai dari lahir, berkembang biak, sampai mati.
Haploid : Kromosom yang tidak berpasangan.
Herbivora : Hewan pemakan tumbuh – tumbuhan.
Hermafrodit : Organ pembentuk sel kelamin jantan dan betina yang terdapat dalam satu tubuh.
Heterozigot : Pasangan gen yang tidak sama.
Hibrid : Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda.
Hibridisasi : Persilangan dari populasi yang berbeda.
Hidrofit : Tumbuhan yang hidup di dalam air.
Hidrogami : Penyerbukan yang diperantarai oleh air.
Hifa : Benang – benang jamur.
Higiene : Upaya pengelolaan kesehatan yang mengarah pada usaha kesehatan individu.
Higrofit : Tumbuhan drat yang hidup di tempat lembab.
Homologi : Sama bentuk dan struktur karena berasal dari asal – usul yang sama.
Homozigot : Pasangan gen yang sama.
Hospes : Inang.

H-2

Haploid. Sel yang mengandung satu set kromosom, misalnya pada sel-sel gamet.
Hemocoel. Rongga pada tubuh yang diisi oleh darah, seperti pada golongan serangga dan
moluska.
Hemogoblin. Pigmen respirasi pada darah yang terdiri atas protein dan zat besi,
berfungssi untuk mengikat oksigen.
Hepatic portal system. Vena yang membawa darah dari organ pencernaan (usus) ke
dalam hati.
Hepatic vein. Pembuluh darah yang mengembalikan darahdari hati ke vena cava inferior.
Hermaphrodite. Organisme yang menghasilkan sel kelamin jantan dan betina.
Heterospore. Suatu kondisi dimana satu tumbuhan menghasilkan dua ukuran spora yang
berbeda, satu besar atau makrospora yang akan berkembang menjadi gametofit betina
dan satu lagi kecil atau mikrospora yang akan berkembang menjadi gametofit jantan,
misalnya pada tumbuhan paku.
Heterotrophic. Tidak mampu menghasilkan zat organic dari zat anorganik.
Heterozygous. Memiliki pasangan gen yang homolog dari alela yang berbeda.
Hilum. Bekas funiculus melekat yang tampak pada penutup biji.
Homolecithal egg. Telur yang memiliki sedikit yolk.
Homologous. Kromosom yang pada dasarnya memiliki struktur yang sama.
Host. Organisme tempat parasit hidup, sering disebut tuan rumah bagi parasit.
Hydranth. Polip nutritive (berfungsi untuk mencernakan makanan) pada koloni
coelenterata.
Hydroid generation. Tingkat atau generasi seksual yang hidupnya menempel (polip),
pada daur hidup coelenterata yang menunjukan metagenensis (pergiliran keturunan
antara fase seksual dan vegetatif).
Hydrophyte. Tumbuhan yang tumbuh di dallam air.
Hypha. Satu buah benang jamur.
Hypoglossal nerve. Saraf cranial ke-12 yang menginervasi otot-otot lidah.
Hypopharynx. Struktur menyerupai lidah pada mulut seangga.
Hypostome. Daerah sekitar mulu pada coelenterata tertentu, misalnya Hydra.

I-1

Implantasi : Proses penempelan zigot pada dinding rahim.
Imunisasi : Upaya menambah kekebalan tubuh terhadap penyakit dengan serum / vaksin.
Indusium : Tonjolan daun yang melindungi sorus pada tumbuhan paku.
Insektisida : Obat pembunuh serangga.
Inseminasi : Kawin suntik.
Intensifikasi Pertanian : Usaha peningkatan cara bertani dari yang tradisional ke cara yang lebih modern sehingga dapat meningkatkan hasil yang diperoleh.
Interferon : Protein khusus yang dihasilkan tubuh yang dapat mencegah infeksi virus.
Intermediat : Sifat yang bersama – sama pada suatu organisme.
Inti sel (nucleus) : Bagian sel eukariot yang dilingkupi membran inti dan berisi kromosom.
Intron : Bagian gen yang tidak menyandi. Sebagian besar gen eukariot terdiri dari sekuens DNA intron dan ekson yang berselang seling.
Inversi (inversion) : Kondisi genetis ketika segmen kromosom mengalami rotasi 1800 dari orientasi linear aslinya.
Isogami : Bentuk dan ukuran sel kelamin jantan dan betina sama.

I-2

Incus. Salah satu dari tiga tulang kecil telinga bagian tengah yang letaknya di tengah.
Indusium. Penutup sorus pada paku.
Inferior mesenteric artery. Pembuluh darah arteri yang mensuplai usus besar turun dan
rectum.
Inverior vena cava. Pembuluh darah utama yang mengembalikan darah ke serambi
kanan dari seluruh tubuh.
Infundibulum. 1) Pertumbuhan ke arah bawah dari otak yang membentuk bagian
pituitary. 2) Bentuk corong yang berumbai merupakan pembukaan dari saluran
fallopian.
Inguinal canal. Saluran tempat testis turun ke dalam skrotum.
Innominate artery. Cabang dari aortic arch yang mensuplai darah ke arteri subclavian
dan kepala bersama.
Innominate bone. Bagian dari tulang panggul yang merupakan gabungan tiga buah
tulang. Innominate vein. Pembuluh darah yang pendek, merupakan gabungan dari vena leher
dan subclavian menuju ke vena cava superior.
Insulin. Hormon yang dihasilkan oleh pulau-pulau Langerhans dalam pancreas yang
berfungsi mengatur gula darah (mengubah gula menjadi glikogen).
Integument. Penutup luar atau pelindung bakal biji yang akan menjadi kulit biji apabila
bakal biji menjadi biji.
Internal iliac artery. Pembuluh darah yang mensuplai bagian pelvic.
Internal jugular vein. Pembuluh bail yang mengembalikan darah dari otak/kepala.
Internode. Bagian batang yang terletak di antara nodus.
Interoceptor. Reseptor yang menerima stimulus dari lingkungan internal organisme.
Interphase. Fase “instirahat” di antara mitosis. Pada fase ini tidak tampak adanya
tingkah laku kromosom.
Interstitial cells. 1) Sel-sel embrionik pada epidermis dan gastrodermis coelenterata. 2)
Sel-sel di antara folikel pada ovarium. 3) Sel-sel di antara saluran seminifers testis
yang berfungsi menghasilkan hormon kelamin jantan.
Iris. Bagian mata yang berwarna dengan pupil di bagian tengahnya.
Islands of Langerhans. Sel-sel endokrin di dalam pancreas yang menghasilkan hormon
insuline.
Isogamet. Sel-sel kelamin yang memiliki ukuran dan struktur yang sama.

J-1

James Watson : Tokoh yang menemukan struktur DNA dan RNA.
Jamur : Organisme eukariotik dan tidak berklorofil.
Jantan : Alat sel kelamin yang menghasilkan sperma.
Jantung Koroner : Penyakit yang disebabkan oleh adanya penyempitan pembuluh darah jantung.
Jaring – jaring makanan : Peristiwa memakan dan dimakan yang digambarkan dalam bentuk jaring – jaring yang saling berhubungan.
Junk Food : Makanan sampah yang tidak baik untuk dikonsumsi.

K-1

Kalaza : Bagian dasar bakal buah pada Angiospermae.
Kapsid : Selubung virus yang tersusun atas protein.
Kapsomer : Suatu unit protein penyusun kapsid.
Karnivora : Hewan pemakan daging.
Knidoblas : Sel – sel beracun pada ubur – ubur.
Kodominan : Persilangan monohibrid dominant tak penuh.
Konjugasi : Perkembangbiakan makhluk hidup yang belum jelas alat kelaminnya.
Konseptakel : Tempat anteridium / arkegonium pada Fucus.
Konservasi : Upaya pelestarian sumber daya alam.
Kopulasi : Penyimpanan sel sperma dari alat kelamin jantan ke dalam alat kelamin betina.
Korion : Kantong embrio.
Kormus : Tumbuhan yang memiliki akar, batang, dan daun sejati.
Korola : Mahkota bunga / tajuk bunga.
Kromonema : Benang kromosom.
Kromosom : Pembawa gen.

K-2

Karyolymph. Bagian yang jernih pada ptotoplasma inti (nucleoplasma).
Karyosome. Kumpulam kromatin di dalam inti.
Ketogenic hormone. Hormon yang disekresikan oleh pituitari bagian anterior, berfungsi
untuk mengatur metabolisme lemak.

L-1

Labium : Bibir.
Lactobacillus bulgaricus : Bakteri untuk membuat yoghurt.
Ladybird : Sejenis kepik yang merupakan predator alami bagi serangga hama.
Larva : Tingkat kehidupan suatu hewan sesudah menetas dari telur.
Lembar fotosintesik : Pada bakteri terdapat pelipatan membran sel ke arah sitoplasma.
Letal : Dapat mengakibatkan kematian.
Limnetik : Daerah yang terbuka dan dapat ditembus cahaya matahari.
Lingkungan : Abiotik membentuk suatu kesatuan.
Lipida : Lemak.
Lisozim : Enzim penghancur pada virus.
Lokus : Letak suatu gen pada kromosom.
Lotik : Ekosistem yang airnya mengalir.
Lumbricus sp. : Cacing tanah.
Lumut Kerak : Hubungan simbiosis antara jamur dan alga.

L-2

Labium. Bibir bawah pada serangga.
Labrum. Bibir atas pada serangga.
Lacteal. Saluran limfa di dalam vilus usus halus yang berfungsi untuk menyerap lemak.
Lactogenic hormone. Hormon yang disekresikan oleh pituitari bagian anterior, berfungsi
untuk merangsang kelenjar susu memproduksi air susu.
Larva. Tingkat individu muda yang umumnya mengalami metamorfosis sempurna dan
memiliki bentuk, makanan, serta lingkungan hidup yang berbeda dengan induknya.
Larynx. Kotak suara pada bagian depan trakea, disebut juga pangkal tenggorokan.
Lateral. Berhubungan dengan bagian samping/sisi.
Lateral bud. Tunas yang dibentuk pada bagian poros atau ruas di antara tangkai daun
dan batang.
Lens. Struktur kristaline di dalam mata yang berfungsi untuk akomodasi atau
pemokusan melalui perubahan kecembungan.
Lentisel. Lubang udara pada kulit batang pohon.
Leucocyte. Sel darah putih yang berfungsi sebagai fagosit dan pembentukan antibodi.
Lipase. Enzim yang berfungsi mengubah lemak menjadi asam lemak dan glisrol.
Locule. Ruangan atau rongga di dalam bakal buah (ovarium) tempat bakal biji berada.
Loop of Henle. Bagian lengkungan dari tubulus kontorti pada nefron ginjal.
Lumbar. Bagian pinggang berhubungann dengan bagian pinggang.
Lymph. Cairan di dalam pembuluh limfa.

M-1

Malakogami : Penyerbukan yang diperantai oleh siput.
Malnutrisi : Penyakit yang disebabkan kekurangan zat makanan tertentu.
Megaspora : Spora yang berukuran besar, terbentuk di dalam megasporangium.
Metagenesis : Pergiliran keturunan antara keturunan seksual dan aseksual.
Metamorfosis : Pergantian bentuk dan struktur hewan dalam siklus hidupnya dari bentuk larva menjadi bentuk dewasa.
Mikrofil : Tempat masuknya spermatozoid ke dalam bakal biji pada tumbuhan biji.
Mikrosporosit : Sel induk pembentuk spermatozoid.
Miselium : Kumpulan benang – benang hifa.
Mitosis : Pembelahan inti sel.
Monohibrid : Satu sifat beda.
Mortalitas : Angka kematian.
mRNA : Hasil dari pencetakan (transkripsi) DNA.

M-2

Macronucleus. Inti besar pada Protozoa kelas ciliata yang fungsinya berhubungan
dengan metabolisme. Malleus. Bagian paling luar dari tiga tulang kecil penyusun telinga bagian tengah.
Malpighian tubules. Saluran ekskresi pada beberapa Arthropoda seperti serangga, laba-
laba, dan kaki seribu.
Mandible. 1) Rahang bawah pada vertebrata. 2) Salah satu pasangan alat mulut yang
berfungsi sebagai rahang pada arthropoda.
Maxilla. 1) Salah satu pasangan alat mulut pada yang berfungsi membantu mandibula
pada arthropoda, disebut juga rahang atas. 2) Salah satu pasangan tulang rahang atas
pada vertebrata.
Maxilliped. Salah satu pasangan embelan (kaki toraks) yang berfungsi untuk membantu
mengumpulkan makanan pada crustacea.
Medulla. Bagian di sebelah dalam korteks.
Medulla (oblongata). Bagian paling belakang dari otak yang berhubungan dengan
sumsum tulang belakang, disebut juga sumsum lanjutan.
Medusa. Individu yang dapat berenang atau bergerak bebas dan dapat melakukan
reproduksi seksual karena memiliki alat reproduksi jantan atau betina pada
coleneterata, disebut juga ubur-ubur.
Medusoid generation. Tingkat seksual dan dapat bergerak dalam daur hidup
coelenterata yang menunjukan adanya pergiliran keturunan (metagenesis).
Megasporangium. Kotak spora yang menghasilkan spora besar pada paku heterospore.
Megaspore. Spora yang lebih besar pada paku heterospora yang akan berkembang
menjadi gametofit betina.
Megasporophyll. Daun pembawa kotak-kotak spora besar (megasporangia) yang mana
pada kotak spora tersebut akan dihasilkan spora-spora besar (Macrospore); pada
tumbuhan bunga megasporofil ini mengalami modifikasi menjadi putik (kumpulan
dari carpelum).
Megastrobilus. Kumpulan megasporofil yang membentuk suatu badan yang kompak.
Meninges. Selaput yang menutupi otak dan sumsum tulang belakang.
Meristem. Daerah pertumbuhan pada tumbuhan yang mengalami pembelahan sel.
Merozoit. Salah satu tingkatan plasmodium yang dilepaskan dari sel-sel darah merah
yang terinfeksi, untuk selanjutnya menginfeksi sel-sel darah baru yang disertai
dengan terjadinya demam pada si penderita.
Mesenchyme. Jaringan penunjang embrionik atau lapisan (bukan lapisan sel) di antara
ektodermis dan endodermis pada porifera dan coelenterata (hewan diplobastik).
Mesoderm. Lapisan sel atau jaringan di antara ektodermis dan endodermis.
Mesoglea. Materi bersifat gelatin di antara jaringan ektodermis dan endosermis pada
coelenterata.
Mesophyll. Jaringan paling dalam pada daun
Mesophyte. Tumbuhan yang hidup secara optimal pada tanah yang mengandung air
sedang.
Metamere. Ruas atau segmen tubuh.
Metamerism. Kumpulan ruas/segmen tubuh yang pada dasarnya menunjukan struktur
luar dan ukuran yang sama dan setiap ruasnya tidak dapat dikatakan sebagai satu
individu, misalnya pada anelida dan beberapa arthropoda.
Metaphase. Tingkatan pada mitosis dengan karakteristik berkumpulnya kromatid pada
bidang pembelahan (ekuator).
Metaplasma. Materi tak hidup yang terletk di dalam protoplasma. Metathorax. Bagian terakhir dari tiga bagian dada serangga yang terdiri atas protoraks,
mesotoraks, dan metatoraks.
Metazoa. Binanatng bersel banyak dengan jaringan dan sel-sel khusus.
Micronucleus. Inti kecil pada Protozoa kelas Ciliata yang fungsinya berkaitan dengan
reproduksi seksual.
Micropyle. 1) Lubang kecil pada integumen bakal biji Gymnospermae tempat masuknya
serbuksari. 2) Lubang pada pembungkus telur serangga untuk fertilisasi.
Microsporangium. Kotak spora kecil penghasil spora-spora yang lebih kecil pada paku
Heterospora; dan disebut kantung serbuksari pada tumbuhan biji.
Microspore. Spora yang lebih kecil pada paku heterospora yang akan berkembang
menjadi gametofit jantan; serbuk sari pada tumbuhan biji.
Microsporophyll. Daun pembawa kotak-kotak spora kecil (microsporangia), pada
tumbuhan paku dan tumbuhan biji terbuka kotak spora tersebut akan menghasilkan
spora kecil (mikrospora); pada tumbuhan biji tertutup sporofil ini mengalami
modifikasi menjadi benang sari.
Microstrobilus. Kumpulan mikrosporofil yang mmembentuk suatu badan yang kompak.
Motor neuron. Sel saraf yang meneruskan impul dari system saraf pusat ke efektor otot,
dan kelenjar.
Mucin. Sekresi yang membentuk cairan lendir.
Mycellium. Badan tumbuhan jamur yang terdiri atas beberapa hifa, atau jaringan hifa.
Myelin sheath. Penutup lemak yang membungkus serabut saraf yang panjang.
Myotome. Otot yang bersegmen-segmen.

N-1

Natalitas : Angka kelahiran.
Navicula : Salah satu contoh dari kelas Bacillariophyceae (Diatom).
Nektar : Kelenjar madu.
Neurospora sitophila : Jamur oncom.
Nikotin : Racun yang terdapat dalam tembakau.
Nimfa : Anak serangga yang tidak melewati tingkat larva, mirip bentuk dewasanya.
Nitrosomonas : Bakteri yang memecah NH3 menjadi HNO2, air, dan energi.
Nostoc : Sejenis Alga Hijau-Biru yang tubuhnya berbentuk bola.
Nukleotida : Senyawa yang tersusun atas gula, fosfat, dan basa purin atau pirimidin.
Nukleus : Inti sel.
Nukula : Tempat arkegonium pada Chara.

N-2

Nematocyst. Pembungkus atau kapsul benang penyengat pada coelenterata yang dapat
mengeluarkan benang beracun atau pengikat, sering disebut sel penyengat.
Nephridiopore. Lubang nefridium yang terletak di bagian permukaan tubuh Annelida
sebagai tempat keluarnya sisa metabolisme.
Nephridium. Alat ekskrsi pada Annelida.
Nephron. Unit urinari pada ginjal yang terdiri atas badan ginjal dan tubulus ginjal.
Nephrostome. Lubang bersilia di bagian dalam nefridium yang terletak di bagian sekat
tubuh Annelida yang umumnya berbentuk seperti corong.
Nerve. Kumpulan serabut-serabut saraf mikroskopis dengan pembuluh darah dan
jaringan ikat.
Nerve center. Kumpulan badan sel saraf yang terletak di dalam sistem saraf pusat.
Nerve cord. Organisasi jaringan saraf berupa garis memanjang yang padat biasanya
dengan ganglia di dalam system saraf pusat.
Nerve impulse. Gelombang dari perubahan fisika-kimiawi di sepanjang serabut saraf.
Nerve system. Struktur untuk mengkoordinasikan respon secara cepat terhadap stimulus
yang diterima dalam bentuk impuls.
Neurilemma. Lapisan nutritive dari sel saraf sepanjang akson.
Neuron. Sel saraf yang terdiri atas badan sel dengan tonjolan dendrit dan akson yang
berfungsi untuk meneruskan impuls.
Node. Bagian pada batang tempat daun menempel.
Notochord. Poros rangka, terdiri atas pembuluh jaringan ikat, berisi sel-sel besar yang
letaknya di bawah nerve cord dan terjadi pada beberapa tingkat perkembangan semua
kordata.
Nucellus. Dinding tipis megasporangium pada bakal biji. Nuclear membrane. Lapisan atau selaput yang memisahkan inti dengan sitoplasma.
Nucleolus. Suatu struktur padat dan kecil di dalam inti, disebut juga anak ini.
Nucleus. Pusat pengatur kegiatan sel berisi kromatin dan dikelilingi oleh membran inti.
Nymph. Individu muda dari suatu organisme, umumnya memiliki bentuk, lingkungan
hidup, dan makanan yang sama dengan induknya.

O-1

Obelia : Cnidaria air laut, yang hidup secara berkoloni.
Onkosfera : Embrio cacing pita yang baru menetas.
Oogenesis : Proses pembentukan sel telur.
Oogonium : Sel induk telur.
Ookinet : Zigot yang terbentuk.
Ookista : Sel telur belum matang.
Ordo : Tingkatan takson yang menghimpun beberapa famili.
Ornitogami : Penyerbukan yang diperantai oleh burung.
Ostium : Pori – pori pada tubuh Porifera yang berfungsi sebagai jalan masuknya air.
Ovarium : Tempat pembentukan sel telur.
Ovipar : Bertelur.
Ovotestis : Organ pembentuk sel telur manjadi satu dengan organ pembentuk sel sperma.
Ovovivipar : Bertelur dan beranak.
Ovum : Sel telur.

O-2

Ocellus. Mata sederhana pada serangga dan bebera invertebrata lainnya.
Oculomotor nerve. Saraf cranial ketiga yang menginervasi otot mata.
Olfactory. Berhunungan dengan penciuman.
Olfactory lobe. Bagian anterior dari otak hemisphere tempat ke luarnya saraf olfactorius.
Olfactory organ. Membrane berlendir pada bagian atas hidung yang berisi sel-sel
sensoris berfungsi sebagai reseptor kimiawi.
Ommatidium. Satu dari mata yang menyusun mata majemuk pada golongan serangga.
Oocyst. Salah satu tingkatan plasmodium yang berkembang pada bagian luar dinding
lambung nyamuk Anopheles betina yang menghasilkan ratusan aporozoit.
Oogonium. 1)Struktur yang membentuk telur pada Thallophyta. 2) Sel induk pada
ovarium yang akan berkembang menjadi oosit melalui pembelahan pada peristiwa
meiosis.

P-1

Parental : Induk.
Pedikulum : Tangkai bunga.
Penyerbukan : Peristiwa melekatnya serbuk sari ke kepala putik.
Perigonium : Tenda bunga.
Polusi : Pencemaran.
Polutan : Bahan yang mengakibatkan polusi.
Populasi : Kumpulan individu sejenis di suatu daerah tertentu.
Predator : Hewan pemangsa hewan lain.
Proglotid : Ruas tubuh cacing pita tempat berlangsungnya fertilisasi.
Prokarion : Inti tanpa membran inti.
Protalium : Calon tumbuhan paku.
Protonema : Calon tumbuhan lumut.
Provirus : Calon virus, terdiri dari asam inti.

R-1

Rekombinasi : Kombinasi baru.
Replikasi : Proses penggandaan asam nukleat (DNA).
Reproduksi : Perkembangbiakan.
Reseptakulum : Dasar bunga
Ribosom : Organel yang berfungsi mensintesis protein.
Rizoid : Akar semu.
Rizom : Batang yang tinggal di dalam tanah.

S-1

Sanitasi : Upaya mengelola kebersihan lingkungan.
Saprofit : Cara hidup dengan menguraikan sampah / sisa – sisa zat organik.
Segregasi : Pembelahan.
Seleksi alam : Seleksi yang dilakukan alam terhadap organisme.
Selulase : Enzim pencerna serat tumbuhan.
Selulosa : Serat tumbuhan.
Sentromer : Bagian dari kromosom yang berfungsi untuk mengatur gerakan kromosom pada saat terjadi pembelahan sel.
Sinergid : Sel telur cadangan.
Sitokinesis : Proses pembelahan sitoplasma.
Sorus : Kumpulan kotak spora (sporongium).
Spermatozoid : Sel sperma pada tumbuhan.
Spesies : Jenis makhluk hidup.
Spora : Inti sel yang berubah fungsi manjadi alat perkembangbiakan.

T-1

Talus : Akar, batang dan daun belum dapat dibedakan dengan jelas.
Tar : Komponen dalam asap rokok yang tinggal sebagai sisa sesudah dihilangkannya komponen nikotin dan cairan.
Teratogen : Bahan yang menyebabkan cacat embrio.
Transduksi : Peristiwa penggabungan DNA dari bakteri satu dengan bakteri lain dengan perantara virus.
Transgenik : Indivudu yang mendapat pindahan gen dari donor dan gen itu berekspresi padanya.
Translasi : Proses penerjemahan kode – kode untuk mensintesis protein.
Tropofil : Daun yang khusus berfungsi untuk fotosintesis.
Tubektomi : Pemandulan / sterilisasi pada perempuan.
Turba Fallopi : Saluran telur.

U-1

Ulangan : Banyaknya individu yang diberi perlakuan sama.
Urogenital : Gabungan antara saluran urine dal saluran kelamin.
Uterus : Rahim.

V-1

Vagina : Lubang kelamin wanita.
Vaksin : Patogen yang telah dilemahkan.
Vaksinasi : Tindakan untuk membuat seseorang menjadi kebal terhadap penyakit tertentu.
Variasi : Perbedaan kecil yang terdapat di antara individu sejenis.
Varietas ; Perbedaan besar dalam satu spesies.
Vas deferens : Saluran sperma.
Vasektomi : Pemandulan / sterilisasi pad laki – laki.
Vegetatif : Perkembangbiakan secara tidak kawin.
Virion : Satu unit lengkap virus yang dapat menginfeksi.
Vivipar : Beranak.

W-1

Weber : Garis yang membagi wilayah Indonesia berdasarkan penyebaran flora dan fauna.
Wendell Meredith Stanley : Tokoh yang berhasil mangisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda dengan bakteri.

X-1

Xerofit : Tumbuhan darat yang hidup di tempat kering.
Xilem : Jaringan pengankut yang menyangkut zat makanan dari akar ke seluruh tubuh.

Y-1

Yolk : kuning telur.

Z-1

Zoidiogami : Pernyebukan yang diperantai oleh hewan.
Zigospora : Hasil peleburan dua spora.
Zigot : Calon individu baru sebagai hasil peleburan sel kelamin jantan dan betina.